You need to enable javaScript to run this app. Sistem Informasi Desa Sukaraya
021-87708312
mekarsari3.elementaryschool@gmail.com

Upaya Penanggulangan Tindak Kekerasan dan Penyalahgunaan Narkoba di Sekolah Dasar

  • Minggu, 24 Oktober 2021
  • Administrator
Upaya Penanggulangan Tindak Kekerasan dan Penyalahgunaan Narkoba di Sekolah Dasar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mendukung visi dan misi Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila.

Untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila perlu didukung dengan ekosistem sekolah yang kondusif dan saling mendukung. Namun nyatanya, saat ini permasalahan peserta didik di lingkungan sekolah masih terjadi. Seperti perundungan, kekerasan fisik, penyalahgunaan narkoba, perkelahian antar sekolah (tawuran), maupun kekerasan seksual yang terjadi antar peserta didik maupun melibatkan pengajar.

”Mendikbudristek menyatakan bahwa hingga saat ini dunia pendidikan masih dibayang-bayangi oleh tiga dosa besar, yakni intoleransi dan radikalisme, kekerasan seksual dan perundungan,” kata Direktur Sekolah Dasar, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah Dasar yang dilaksanakan di Bandung, beberapa waktu lalu.

Agar terwujud penyelenggaraan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan, perlu diupayakan pencegahan serta penanggulangan tindak kekerasan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

”Semua pihak harus bersama-sama melakukan pencegahan agar warga sekolah terhindar dari unsur-unsur atau tindak kekerasan. Dan menumbuhkan kehidupan pergaulan yang harmonis, kebersamaan antar peserta didik, antara peserta didik dengan pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua serta masyarakat,” kata Sri Wahyuningsih.

Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan pihak-pihak terkait dapat lebih memahami upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan di sekolah serta penyalahgunaan narkoba.

”Harapannya, dengan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung bagi anak, mulai dari  rumah, sekolah hingga perguruan tinggi, hal ini akan mendorong kemunculan lebih banyak pemimpin di masa depan dengan kecerdasan dan karakter luhur,” kata Sri Wahyuningsih.

Panitia penyelenggara Bimbingan Teknis Penyalahgunaan Narkoba dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah Dasar, Envira menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan, sikap serta keterampilan dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan, perundungan dan penyalahgunaan narkoba di sekolah dasar.

“Kegiatan ini menjadi salah satu program tindak lanjut dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dalam penguatan karakter menuju Profil Pelajar Pancasila,” katanya.

Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus perundungan terhadap anak-anak paling banyak dialami oleh siswa Sekolah Dasar (SD). Pada masa pandemi, permasalahan perundungan semakin merambah ke ranah daring. Peserta didik lebih rentan mengalami perundungan secara langsung maupun secara daring ketika lebih banyak beraktivitas menggunakan gawai.

Menurut data KPAI Tahun 2018, bahaya narkoba sudah menjadi tantangan dunia pendidikan karena meningkatnya kasus narkoba pada anak, termasuk di sekolah. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), dari 87 juta anak di Indonesia, sebanyak 5,9 juta anak merupakan pecandu narkoba. Dan yang lebih memprihatinkannya lagi sebesar 24 persen merupakan pelajar.

Untuk menanggulangi permasalahan yang timbul, maka diperlukan solusi yang komprehensif dengan melibatkan seluruh pihak. Pencegahan penyalahgunaan narkoba maupun penanggulangan kekerasan di sekolah perlu dicermati oleh berbagai pihak. Tidak hanya oleh guru dan kepala sekolah, siswa juga perlu ditingkatkan kesadarannya untuk mengenali bentuk dan dampak dari penggunaan narkoba maupun tindak kekerasan yang terjadi. Sehingga ia tidak menjadi pelaku maupun korban. (Hendriyanto)

Bagikan artikel ini:
Berlangganan
Jajak Pendapat

Tingkat Kepuasan dengan hadirnya website kami

Hasil
Banner
Beranda Peta Menu Kategori Galeri